Rabu, 10 September 2014

FGD - Model Penerapan IPTEK Peningkatan Nilai Tambah Rumput Laut di Kabupaten Lombok Tengah, NTB

FGD (Focus Group Discution) Peningkatan Nilai Tambah Rumput Laut bertempat di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Tengah yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2014, mulai pukul 09.00 wita sampai selesai.
Kepala Dinas KP, Kabid Pengolahan dan Tim BP4BKP
 Kegiatan ini dihadiri oleh Penyuluh Perikanan, dan Tim Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan yang membicarakan tentang kebutuhan alat yang diperlukan untuk kegiatan pengolahan perikanan, serta informasi pemanfaatan rumput laut dijadikan pupuk dan minuman.
Selain itu,kegiatan ini menunjang program Blue Economic dimana Program ini berprinsip Zero Waste (tidak ada limbah terbuang).
Peserta POKLAHSAR
Kegiatan FGD ini sekaligus memberikan bantuan kepada Kelompok Pengolah dan Pemasaran (POKLAHSAR) hasil perikanan, yang meliputi alat pengadon, blender, perajang, penggorang.
Kelompok POKLAHSAR mendapatkan bantuan masing - masing 3 alat, kelompok tersebut antara lain :
1. Istiqomah, jumlah anggota 10 org dari Jonggat
2. Mandiri, jumlah anggota 8 org dari Batukliang
3. Bunga Harapan, jumlah anggota 7 org dari Batukliang
4. Setia Budi, jumlah anggota 11 org dari Jonggat
5. Bahagia, jumlah anggota 7 org dari Batukliang Utara


Minggu, 07 September 2014

Demplot Uji Varietas INPARI 28 di Desa Selebung Kec. Batukliang - Lombok Tengah

INPARI 28
Uji varietas ini dilaksanakan di Kelompok Tani Pade Seneng Desa Selebung Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah yang bertepatan dengan MK II, menggunakan aturan tanam jajar legowo 5 : 1 (25 cm).
INPARI 28 merupakan varietas baru yang belum pernah ada di Kab. Lombok Tengah, sehingga perlu dilakukan demplot terlebih dahulu.
Umur bibit yang ditanam sekitar 15 HSS dan diamati perkembangannya, varietas ini agak tahan terhadap wereng coklat, blast dan rentan terhadap penggerek batang.
Serangan Blast

Umur 90 hari dilakukan pemanenan yang sebelumnya dilakukan pengubinan menggunakan luasan 2,5 m x 2,5 m dan 2 m x 5 m.

Untuk luasan pertama (2,5 m x 2,5 m) diperoleh hasil ubinan sebesar 4,25 kg dengan berat jerami basah ubinan sekitar 7 kg dan bila dikonversi ke luasan hektar tinggal dikalikan 1600, sehingga diperoleh hasil 6,8 ton/ha,sedangkan untuk luasan kedua (2 m x 5 m) diperoleh hasil ubinan sebesar 7,5 kg dengan berat jerami basah ubinan sekitar 15 kg dan bila dikonversi ke luasan hektar akan diperoleh hasil 7,5 ton/ha.
Hama Penggerek Batang

Setelah padi di panen keseluruhan didapatkan hasil sebesar 900 kg/17 are, hasil yang kecil ini disebabkan karena penanaman pada MK II dan lahan yang dipakai tidak pernah berhenti menanam padi sehingga lahan sudah kelewat jenuh, perlu dilakukan pengaturan pola tanam.












INPARI 28 Siap Panen
















Semakin berisi semakin merunduk

















Rabu, 04 Juni 2014

Pemanfaatan Kolam Kering dengan Penanaman Kangkung

 
Penanaman kangkung di kolam kantor


Penanaman kangkung ini dilakukan di belakang kantor UPT BKP3 Kec. Batukliang Kab. Lombok Tengah yang tidak terdapat air pada waktu musim kemarau, meskipun kolam ada air namun tingkat keamanan yang tidak mendukung sehingga kolam tidak pernah dimanfaatkan untuk budidaya ikan karena tidak ada pagar keliling sebagai pelindung.




Teman penyuluh













Reza & Mega in Action













Kolam kangkung














Kembang kantor