Rabu, 09 April 2014

Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Lombok Tengah


Rapat koordinasi ini dilaksanakan di Praya, 26 Maret 2014 di Aula BKP3 Kabupaten Lombok Tengah pukul 09.00 wita sampai selesai.Pertemuan ini di hadiri oleh Kepala BPTP Prov. NTB, Kepala Sekretariat Bakorluh Prov NTB, Kepala BKP3 Kab. Lombok Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Perwakilan dari Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, perwakilan dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Lombok Tengah.
Dalam rapat ini Kepala BKP3 Kab. Lombok Tengah mengungkapkan permasalahan antara lain sarpras penyuluh yang masih sangat rendah, diklat penyuluh yang kurang memadai, untuk itu diharapkan agar sarpras penyuluh dan diklat penyuluh agar ditingkatkan lagi.
sedangkan Kepala Sekretariat Bakorluh Prov. NTB mengungkapkan hal yang perlu mendapatkan perhatian diantaranya adalah syarat pencairan BOP, RKTP, evaluasi kinerja, laporan dan rekomendasi,penanggungjawab kegiatan di kabupaten agar melakukan pembinaan secara berjenjang sampai desa, pelaksanaan SLPTT, demfarm, demplot harus menerapkan teknologi rekomendasi BPTP, data penyuluh harus selalu di update melalui SIMLUH (kebutuhan latihan, maupun mutasi penyuluh). 
Selain itu DAK untuk Penyuluh harus dimanfaatkan untuk sarpras penyuluh, karena masih Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Lombok Tengah yang sudah memberikan DAK nya kepada Penyuluh, untuk Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Kehutanan dan Perkebunan DAK yang diberikan masih sangat minim.

Semoga dengan adanya Rapat Koordinasi ini ada tindak lanjut dari Dinas yang masih memegang DAK penyuluh. AMIN

KOORDINASI sepenggal kata yang mudah sekali diucapkan namun SULIT sekali dilaksanakan karena terbentur dengan KEBIJAKAN






Senin, 31 Maret 2014

SINKRONISASI PROGRAM KEGIATAN DINAS KELAUTAN PERIKANAN KAB. LOMBOK TENGAH DENGAN PENYULUH PERIKANAN SE KAB. LOMBOK TENGAH

Dari kiri ke kanan (Kabid Budidaya, Kepala Dinas KP,
Koordinator Penyuluh Perikanan)
Pertemuan ini dilaksanakan di Aula Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Lombok Tengah yang dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2014 pukul 09.00 wita. Pertemuan ini di hadiri oleh Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kab. Lombok Tengah, Bapak Maulana Razak, Kabid Budidaya Bapak Kamrin dan Koordinator Penyuluh Perikanan Samsul Hadi serta di hadiri semua Penyuluh Perikanan dan semua Kepala BBI Kab. Lombok Tengah.

Dalam pertemuan ini membahas Evaluasi Kegiatan Dinas tahun 2013 dan Rencana Kegiatan Dinas tahun 2014. Kabar menggembirakan untuk Penyuluh di Tahun 2014 ini, Dinas mengadakan pembelian sepeda motor untuk Penyuluh Perikanan dari alokasi DAK tahun 2014 sebanyak 6 unit dengan rincian 4 motor untuk Penyuluh dan 2 motor untuk Dinas. Bisa dibilang awal yang baik untuk Penyuluh Perikanan di Kabupaten Lombok Tengah untuk melengkapi sarana prasaran Penyuluh yang di nilai masih sangat minim.
Dari alokasi DAK yang seharusnya 10 % untuk Penyuluh namun masih belum sepenuhnya diberikan kepada Penyuluh, akan tetapi Penyuluh di Kab. Lombok tetap bekerja dengan baik meskipun sarana prasaran Penyuluh belum maksimal diperoleh.

KOORDINASI,,sepenggal kata yang mudah di ucap namun SULIT untuk dilakukan karena terhalang dengan KEBIJAKAN,

MAJU terus Penyuluh Perikanan Kab. Lombok Tengah,sukses selalu.
Para Penyuluh

KOORDINASI PERSIAPAN BUDIDAYA UDANG GALAH DENGAN PADI (UGADI) TAHUN 2014

Sosialisasi UGADI
Koordinasi dan persiapan Budidaya Udang Galah dengan padi ini dilakukan di Desa Pemepek Kecamatan Batukliang Kab. Lombok Tengah pada tanggal 4 Maret 2014 yang bertempat di balai pertemuan BBI Pemepek pukul 09.00 wita.
Pertemuan ini menindaklanjuti pertemuan sebelumnya di Aerotel Mandalika tentang Implementasi Blue Economy yang akan dilaksanakan di Provinsi NTB meliputi Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Timur.
Istilah Ugadi ini merupakan gabungan dari udang galah dengan padi yang dibudidayakan secara bersamaan. Ini merupakan teknologi pertama kali yang dilakukan di Provinsi NTB, karena yang biasa dilakukan oleh pelaku utama adalah minapadi (Nila, Karper).
Percontohan Ugadi ini dilakukan di Kab. Lombok Tengah dan Lombok Timur yang masing - masing Kabupaten mendapat jatah 1 Ha. (Total 2 Ha).
Dengan percontohan UGADI ini diharapakan dapat menambah pendapatan petani, karena harga udang galah dipasaran saat ini berkisar Rp 60 - 70 ribu per kilonya.

Kegiatan percontohan ini di biaya langsung dari pusat (Dirjen Budidaya Perikanan Kementrian Kelautan Perikanan) dari olah tanah, bibit udang, pakan dll dengan bimbingan Tim teknis dari BBBAT Sukabumi yang sudah melakukan kegiatan sebelumnya.

Semoga, percontohan ini bisa berhasil dan memberi manfaat, ilmu kepada pelaku utama juga penyuluh. Amin.