Kamis, 27 November 2014

Pelatihan Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani TA. 2014

Pembukaan oleh Kepala UPT BP3K Kec. Batukliang
Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Senin, 24 November 2014 s/d Rabu 26 November 2014 yang bertempat di Aula UPT BP3K Kecamatan Batukliang Kab. Lombok Tengah, di hadiri oleh perwakilan pengurus kelompok pertanian yang ada di Kec. Batukliang, Kec. Pringgarata, Kec. Batukliang Utara dan Kec. Kopang. Penyelenggara kegiatan ini yaitu BAKORLUH Prov. NTB, sedangkan UPT  BP3K Kec. Batukliang sebagai tempat pelatihan karena berada di tengah 3 kecamatan lainnya.
Dengan adanya penyampaian materi dari Provinsi maupun Kabupaten pada pelatihan ini, diharapkan pengurus kelompok dapat meningkatkan kemampuan kelompoknya agar bisa mandiri dalam segala hal.
Pemateri dari BAKORLUH Prov. NTB
Catatan PENTING,,
Kegiatan yang diadakan oleh BAKORLUH Prov. NTB ini tidak ada PANITIA dari BAKORLUH ataupun menunjuk Panitia dari UPT BP3K Kec. Batukliang Kab. Lombok Tengah, padahal kegiatan ini dilaksanakan di Kab. Lombok Tengah, sehingga teman yang ada di UPT BP3K Kec. Batukliang membentuk panitia dadakan sendiri agar terlaksananya kegiatan ini.
Berbagi pengalaman pengurus kelompok pertanian
Sebagai masukan kepada BAKORLUH Prov. NTB, untuk setiap kegiatan yang dilakukan di Kabupaten maupun Kota yang ada di Prov. NTB agar dikoordinasikan terlebih dahulu kepada Bapelluh yang ada di Kab/Kota Prov. NTB maupun ke UPT BP3K di kecamatan setempat.

Peserta pelatihan pengurus kelompok
KOORDINASI : satu kata yang gampang diucapkan namun sulit untuk dilakukan.
Salah satu pemateri dari Kabupaten

Jadwal Pelatihan



























Kamis, 20 November 2014

Penyusunan Programa Penyuluhan Tingkat Kecamatan di Batukliang

Kepala UPTD dan Perwakilan dari BKP3
 Kegiatan penyusunan programa ini dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Oktober 2014, pukul 09.00 wita bertempat di aula BP3K Kecamatan Batukliang Kab. Lombok Tengah yang di hadiri oleh perwakilan dari BKP3 Lombok Tengah (Ir. Jauzi), Kepala UPTD Hapentan Keswan (Sapto Wardoyo), Kepala UPTD Kelautan dan Perikanan Aik Bukak Lombok Tengah (Sutadi, A.Md), Kepala UPT DAS Renggung, perwakilan dari pelaku usaha dan semua Penyuluh PNS dan THL di Kec. Batukliang.

Penyusunan Programa di Tingkat Kecamatan merupakan tindak lanjut atau rekap dari penyusunan programa tingkat desa yang sudah dilakukan sebelumnya.
Penyuluh di Kec. Batukliang
Semoga dengan Penyusunan Programa tingkat Kecamatan ini dapat mengakomodir semua permasalahan petani maupun kelompok yang ada di Kecamatan Batukliang.
Peserta Penyusunan Programa

Minggu, 16 November 2014

Penggunaan Agens Hayati dalam Pengendalian OPT

Kecenderungan petani menggunakan pestisida kimia untuk mengendalikan organisme penggaggu tanaman mulai mengkhawatirkan, seiring semakin banyaknya serangan hama penyakit tanaman. Pada umumnya petani tidak membaca cara pemakaiannya, mereka hanya memakai dengan kira – kira sehingga bisa kelewat dosis ataupun kurang dosis yang bisa menyebabkan OPT lebih resisten dan dikhawatirkan residu pestisida akan masuk ke dalam tanaman.
Salah satu sumber agens hayati
Untuk mencegah hal tersebut, petani bisa menggunakan Agens Hayati, menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 411 tahun 1995, yaitu setiap organisme yang meliputi spesies, subspesies, varietas, semua jenis serangga, nematoda, protozoa, cendawan (fungi), bakteri, virus, mikoplasma, serta organisme lainnya dalam semua tahap perkembangannya yang dapat dipergunakan untuk keperluan pengendalian hama dan penyakit atau organisme pengganggu, proses produksi, pengolahan hasil pertanian, dan berbagai keperluan lainnya.
Contoh agens hayati
Penggunaan agen hayati diyakini memiliki kelebihan karena sesuai dengan prinsip keseimbangan ekosistem. Memanfaatkan musuh alami dari hama dan penyakit pengganggu tanaman pertanian. Sebagai contoh pengalaman dari maspary sendiri dalam pengendalian penyakit layu pada tanaman cabai, tomat dan kentang, penggunaan fungisida dan bakterisida kimia sudah tidak mampu lagi mengendalikannya. Demikian juga dalam pengendalian penyakit kresek pada tanaman padi, corynebacterium masih jagonya.