04 December 2012

KEGIATAN KAJI TINDAK CABAI KERITING

Kaji Tindak merupakan suatu pemberdayaan bagi Penyuluh khususnya Penyuluh Pertanian melalui penerapan teknologi dan informasi pertanian yang dirancang untuk mewujudkan sistem penyuluhan pertanian dalam menghadapi perkembangan  agribisnis yang berbasis inovasi teknologi. Tujuan dari Kaji Tindak ini adalah untuk memberdayakan Penyuluh melalui peningkatan perubahan pola pikir dan sikap Penyuluh yang berwawasan agribisnis dengan pendekatan belajar sambil berusaha yang menitikberatkan pada pengembangan managerial, kepemimpinan dan kewirausahaan para pelaku agribisnis yang handal. Jenis kegiatan kaji tindak ini antara lain :
    Proses Pengecambahan Benih
  • Persemaian
Benih cabai yang sudah direndam semalam dengan air hangat ditebar diatas pasir basah yang beralaskan kertas koran dan ditutup (menjaga kelembaban) agar terjadi proses perkecambahan (kurang lebih 2 hari).





Persemaian Benih Pada Tray
Pemindahan benih yang berkecambah kedalam tray secara berhati - hati dengan posisi kecambah menghadap bawah.
Setelah selesai diisi kedalam tray kemudian ditaruh pada bedengan yang telah disiapkan dan setiap hari dilakukan pengawasan keadaan benih tersebut. 
Pengendalian OPT pada benih cabai yang ada pada bedengan dilakukan setiap 5 hari sekali dengan takaran obat satu sendok makan per 5 hari/tangki
Benih Cabai  Siap Tanam












  • Persiapan Lahan
Pembuatan Bedengan dan Penaburan Kompos
Kegiatan ini meliputi pengolahan tanah, pembuatan parit keliling, pembuatan bedengan, pemberian pupuk dasar yaitu kompos 1000 kg, NPK 100 kg, dan penebaran kapur dolomit  200 kg. Prosesnya pupuk kompos, NPK dan kapur dolomit disebarkan pada bedengan secara merata dan dicangkul/dicacah lalu diratakan kembali.
 Ukuran bedengan tinggi : 40 cm, lebar : 100 cm, Panjang : sesuai panjang petak, jarak antar bedengan 60 cm.
Pemasangan Mulsa Plastik
Mulsa plastik dihamparkan dipermukaan bedengan dengan pemberian pantek di ujung bedengan, lalu ditarik kuat dan diberi pantek pada ujung satunya. Kemudian sisi kiri - kanan juga ditarik (dengan kuat) dan dipantek, perlu diingat pemasangan mulsa sebaiknya pada siang hari (pukul 11 - 12) agar proses penarikan tidak sobek (memuai). Penarikan kuat ini dimaksudkan agar mulsa menutup bedengan dengan rata.


Proses Pembuatan Lubang Tanam











Penanaman Cabai
  • Penanaman
Pada proses ini dilakukan sekalian dengan penancapan ajir bambu untuk mengikat tanaman cabai yang sudah dewasa


 


 


  •  Pemeliharaan
  1. Pemupukan dilakukan dengan cara dikocorkan setiap batang tanaman (pemupukan susulan I) menggunakan NPK 16 : 16 : 16 dengan dosis pemberian 3 sendok makan dilarutkan ke dalam 10 liter air dan ditambah 2 sendok makan ZA. Cara pemberiannya adalah dengan mengocorkan kepada setiap tanaman 1 gelas bekas air mineral (sekitar 200 ml).
Pemberian Pupuk Susulan I
 Untuk pemupukan susulan II, pupuk yang digunakan adalah NPK dan SP 36 dengan perbandingan NPK : SP 36 = 2 sendok makan : 3 sendok makan yang dilarutkan ke dalam 10 liter air. Manfaat penggunaan pupuk SP 36 adalah untuk merangsang terjadinya bunga dan buah






 
2.   Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)
Pengendalian OPT
Pengendalian OPT dilaksanakan dengan interval 7 hari setelah tanam sampai dengan selesai (panen) tergantung dari keadaan cuaca dan OPT








3.   Pengikatan Batang Tanaman

Pengikatan Tanaman
Pengikatan ini bertujuan agar tanaman tidak patah pada saat diterpa angin kencang. Selain pengikatan pembuangan tunas yang tidak produktif dilakukan setiap 7 hari sekali agar pertumbuhan tanaman lebih maksimal.




 




  4.    Pemanenan

 


















































































































Bu Ani in Action metik Cabai
Pemanenan cabai keriting TM 99 dilaksanakan sebanyak 29 kali dengan produksi sebesar 1.711 kg.


Hasil Panen Cabai Kriting
Jumlah Pohon yang ditanam : 3.000 pohon
Produktifitas                       : 1.711 kg
Hasil Penjualan                   : Rp. 29.077.000,-

Rata - rata produktifitas/pohon     : 0,570 kg
Rata - rata biaya produksi/pohon : 14.868.000
                                                      3.000 pohon
= Rp. 4.956,-

Jadi pendapatan/keuntungan
Rp. 29.077.000 - Rp. 14.868.000 = 14.209.000

09 November 2012

PHSL (Pemupukan Hara Spesifik Lokasi Padi Sawah)

Tampilan PHSL

PHSL (Pemupukan Hara Spesifik Lokasi Padi Sawah) merupakan perangkat pembuat keputusan berbasis komputer bagi rekomendasi pemupukan padi. 

Program ini mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab dengan cepat oleh petani atau teknisi. Dengan menggunakan program ini, Petani maupun PPL dapat dengan mudah dalam penentuan banyaknya pupuk yang digunakan sehingga dapat meningkatkan hasil panen sesuai kondisi sawah petani.
Semoga dengan penggunaan aplikasi ini, petani dapat meningkatkan hasil panen sesuai keinginan.amin. (Khusus Tanaman PADI)

Untuk mengakses aplikasi ini, silahkan klik DISINI


06 November 2012

MEMBUAT ECENG GONDOK (Eichonia crassipes) LEBIH BERMANFAAT



 Eceng gondok atau Eichonia crassipes merupakan tanaman hias yang berasal dari Brazil yang kini sudah menjadi tanaman gulma yang dapat menyebabkan pendangkalan. Sisa penggunaan pupuk kimia di areal persawahan dan perkebunan yang hanyut ke sungai menjadikan pertumbuhan dan penyebaran eceng gondok sangat  cepat sehingga sulit ditangani.
Sifat eceng gondok yang sangat cepat pertumbuhannya ini membuat orang ingin meneliti kandungan dari tanaman tersebut. Dari penelitian menunjukkan bahwa eceng gondok mengandung asam humat. Senyawa ini menghasilkan fitohormon yang mampu mempercepat pertumbuhan akar tanaman. Selain itu eceng gondok juga mengandung sianida, triterpenoid, alkaloid dan kalsium.
Eceng gondok selain merugikan, ternyata dapat menguntungkan karena dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik, kerjinan tangan, penyerapan logam berat, pengolah limbah domestik.

Bahan Baku Pupuk Organik
Dalam industri pupuk alternatif, eceng gondok juga dapat dijadikan sebagai bahan baku pupuk organik dikarenakan mengandung N, P, K. Untuk mendapatkan pupuk organik yang berstandar internasional, pupuk ini diberi campuran bahan lainnya. Bahan tersebut adalah kotoran binatang (ayam, sapi atau lembu) serta ramuan enrichment yang diperoleh dari pengkomposan. Enrichment adalah sebuah formula khusus agar kadar standar organiknya tercapai. Berdasarkan hasil uji laboratorium, pupuk ini memiliki kandungan unsur hara N sebesar 1,86%; P205 sebesar 1,2%; K20 sebesar 0,7%; C/N ratio sebesar 6,18%; bahan organik seebsar 25,16% serta C organik:19,81. Dengan kandungan seperti ini, pupuk dari eceng gondok mampu menggantikan pupuk anorganik,dan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia hingga 50% dari dosisnya.
Secara sederhana, pembuatan pupuk organik berbahan eceng gondok adalah sebagai berikut :
  • Eceng gondok  dicincang atau digiling halus 
  • Dicampur dengan dedak sebanyak 10%
  • Diberi campuran bakteri acetobacter untuk mempercepat dekomposisi. Bakteri acetobacter dicampur dengan molase/gula dengan perbandingan 1:1 selama seminggu. Master bakteri itu siap digunakan setelah berbentuk kapang.
  • Campuran bahan tersebut disimpan tertutup selama ± 4 hari. Bisa dalam bak atau wadah tertutup beralaskan plastik dan ditutup karung goni, kemudian akan terjadi peningkatan suhu campuran bahan tersebut menjadi ± 50o celcius. 
  • Dan kemudian proses pembuatan pupuk selesai jika suhu telah turun menjadi ± 30o celcius.
 
Cara Alternatif
Bahan
  • 800Kg  Eceng gondok dicincang atau digiling halus
  • Dedak 50Kg
  • Sekam 150Kg
  • ¼ Kg gula/molase 
  • 1 liter EM4
Cara Pembuatan
  1. EM 4 + gula pasir dicampur (diaduk) didalam wadah yang disediakan
  2. Buat Tumpukan dari material setinggi 20 - 30 Cm dalam bak atau wadah tertutup beralaskan plastik
  3. Tutup gundukan dengan karung goni/plastik selama ± 2 minggu
  4. Jaga suhu sekitari ± 50° celcius. 
  5. Proses pembuatan pupuk selesai jika suhu telah turun menjadi ± 30°  celcius.
Note : EM 4 adalah mikroorganisme yang berbentuk cair di dalam botol kuning. Dapat di beli di toko bibit/obat.

  
Kerajinan Tangan
 
Salah Satu Produk Kerajinan dari Eceng Gondok
Eceng gondok bisa dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan seperti tas tempat koran, tempat pensil, tempat sampah, tas, tempat tisu, dan souvenir kecil lainya. Sebelum dimanfaatkan eceng gondok diambil batangnya dan dijemur sampai kering kemudian dapat dianyam menjadi kerajinan tangan.
   
Penyerap Logam Berat
Pencemaran logam berat merupakan salah satu permasalahan yang banyak dihadapi oleh ekosistem perairan. Beberapa logam berat yang sering mencemari ekosistem perairan diantaranya Fe, Mg, Mn, Pb, dan Ni. Kemampuan eceng gondok untuk menyerap logam berat tergantung pada jenis logam berat yang diserap dan umur eceng gondok tersebut. Penyerapan logam berat per satuan berat kering lebih tinggi pada umur muda daripada umur tua. Logam berat beracun yang dapat diserap oleh eceng gondok terhadap berat keringnya adalah Cd (1,35 mg/g), Hg (1,77 mg/g), dan Ni (1,16 mg/g) dengan larutan yang masing-masing mengandung logam berat sebesar 3 ppm. Logam berat yang terserap oleh eceng gondok ini lebih banyak terkumpul di akar daripada bagian lainnya.

Pengolah Limbah Domestik
Eceng gondok terbukti mampu menyerap zat kimia baik yang berasal dari limbah industri maupun rumah tangga (domestik). Karena kemampuannya itu, eceng gondok dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah tersebut (industri dan rumah tangga) secara biologi. Untuk pengolahan limbah domestik dilakukan penggantian tanaman sebaiknya sebulan sekali dan dilakukan secara berulang agar eceng gondok mampu mengurangi kandungan zat pencemar diperairan dan dapat mengembalikan kualitas air.

* disadur dari berbagai sumber.

04 November 2012

HASIL KEGIATAN KAJI TINDAK KACANG TANAH (OT dan TOT)

 Papan Nama Kegiatan Kaji Tindak Kacang Tanah

Perlakuan dengan OLAH TANAH

Pemilik Lahan : M. Rais
Luas Lahan : 0,33 Are

 Kacang Tanah Usia Kurang Lebih 20 HST


Penentuan Petak Ubinan


Penghitungan Rumpun dan Polong


HASIL PANEN
  • Bibit yang digunakan dalam perlakuan Olah Tanah adalah Kelinci
  • Jarak Tanam : 35 x 15 cm
  • Jumlah rumpun 136, polong 20
  • Ubinan : 4,7 kg = 7,52 Ton/Ha (kabas)
Sistem pengolahan tanah yang digunakan adalah sistem pengolahan tanah pada tanaman padi (dibajak dan digaru).
Pengolahan dengan sistem ini memberikan tingkat struktur tanah menjadi padat dansulit ditembus oleh ginofor (cikal bakal polong) sehingga pengolahan tanah sitem ini khususnya di Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah TIDAK DIANJURKAN