09 November 2012

PHSL (Pemupukan Hara Spesifik Lokasi Padi Sawah)

Tampilan PHSL

PHSL (Pemupukan Hara Spesifik Lokasi Padi Sawah) merupakan perangkat pembuat keputusan berbasis komputer bagi rekomendasi pemupukan padi. 

Program ini mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab dengan cepat oleh petani atau teknisi. Dengan menggunakan program ini, Petani maupun PPL dapat dengan mudah dalam penentuan banyaknya pupuk yang digunakan sehingga dapat meningkatkan hasil panen sesuai kondisi sawah petani.
Semoga dengan penggunaan aplikasi ini, petani dapat meningkatkan hasil panen sesuai keinginan.amin. (Khusus Tanaman PADI)

Untuk mengakses aplikasi ini, silahkan klik DISINI


06 November 2012

MEMBUAT ECENG GONDOK (Eichonia crassipes) LEBIH BERMANFAAT



 Eceng gondok atau Eichonia crassipes merupakan tanaman hias yang berasal dari Brazil yang kini sudah menjadi tanaman gulma yang dapat menyebabkan pendangkalan. Sisa penggunaan pupuk kimia di areal persawahan dan perkebunan yang hanyut ke sungai menjadikan pertumbuhan dan penyebaran eceng gondok sangat  cepat sehingga sulit ditangani.
Sifat eceng gondok yang sangat cepat pertumbuhannya ini membuat orang ingin meneliti kandungan dari tanaman tersebut. Dari penelitian menunjukkan bahwa eceng gondok mengandung asam humat. Senyawa ini menghasilkan fitohormon yang mampu mempercepat pertumbuhan akar tanaman. Selain itu eceng gondok juga mengandung sianida, triterpenoid, alkaloid dan kalsium.
Eceng gondok selain merugikan, ternyata dapat menguntungkan karena dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik, kerjinan tangan, penyerapan logam berat, pengolah limbah domestik.

Bahan Baku Pupuk Organik
Dalam industri pupuk alternatif, eceng gondok juga dapat dijadikan sebagai bahan baku pupuk organik dikarenakan mengandung N, P, K. Untuk mendapatkan pupuk organik yang berstandar internasional, pupuk ini diberi campuran bahan lainnya. Bahan tersebut adalah kotoran binatang (ayam, sapi atau lembu) serta ramuan enrichment yang diperoleh dari pengkomposan. Enrichment adalah sebuah formula khusus agar kadar standar organiknya tercapai. Berdasarkan hasil uji laboratorium, pupuk ini memiliki kandungan unsur hara N sebesar 1,86%; P205 sebesar 1,2%; K20 sebesar 0,7%; C/N ratio sebesar 6,18%; bahan organik seebsar 25,16% serta C organik:19,81. Dengan kandungan seperti ini, pupuk dari eceng gondok mampu menggantikan pupuk anorganik,dan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia hingga 50% dari dosisnya.
Secara sederhana, pembuatan pupuk organik berbahan eceng gondok adalah sebagai berikut :
  • Eceng gondok  dicincang atau digiling halus 
  • Dicampur dengan dedak sebanyak 10%
  • Diberi campuran bakteri acetobacter untuk mempercepat dekomposisi. Bakteri acetobacter dicampur dengan molase/gula dengan perbandingan 1:1 selama seminggu. Master bakteri itu siap digunakan setelah berbentuk kapang.
  • Campuran bahan tersebut disimpan tertutup selama ± 4 hari. Bisa dalam bak atau wadah tertutup beralaskan plastik dan ditutup karung goni, kemudian akan terjadi peningkatan suhu campuran bahan tersebut menjadi ± 50o celcius. 
  • Dan kemudian proses pembuatan pupuk selesai jika suhu telah turun menjadi ± 30o celcius.
 
Cara Alternatif
Bahan
  • 800Kg  Eceng gondok dicincang atau digiling halus
  • Dedak 50Kg
  • Sekam 150Kg
  • ¼ Kg gula/molase 
  • 1 liter EM4
Cara Pembuatan
  1. EM 4 + gula pasir dicampur (diaduk) didalam wadah yang disediakan
  2. Buat Tumpukan dari material setinggi 20 - 30 Cm dalam bak atau wadah tertutup beralaskan plastik
  3. Tutup gundukan dengan karung goni/plastik selama ± 2 minggu
  4. Jaga suhu sekitari ± 50° celcius. 
  5. Proses pembuatan pupuk selesai jika suhu telah turun menjadi ± 30°  celcius.
Note : EM 4 adalah mikroorganisme yang berbentuk cair di dalam botol kuning. Dapat di beli di toko bibit/obat.

  
Kerajinan Tangan
 
Salah Satu Produk Kerajinan dari Eceng Gondok
Eceng gondok bisa dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan seperti tas tempat koran, tempat pensil, tempat sampah, tas, tempat tisu, dan souvenir kecil lainya. Sebelum dimanfaatkan eceng gondok diambil batangnya dan dijemur sampai kering kemudian dapat dianyam menjadi kerajinan tangan.
   
Penyerap Logam Berat
Pencemaran logam berat merupakan salah satu permasalahan yang banyak dihadapi oleh ekosistem perairan. Beberapa logam berat yang sering mencemari ekosistem perairan diantaranya Fe, Mg, Mn, Pb, dan Ni. Kemampuan eceng gondok untuk menyerap logam berat tergantung pada jenis logam berat yang diserap dan umur eceng gondok tersebut. Penyerapan logam berat per satuan berat kering lebih tinggi pada umur muda daripada umur tua. Logam berat beracun yang dapat diserap oleh eceng gondok terhadap berat keringnya adalah Cd (1,35 mg/g), Hg (1,77 mg/g), dan Ni (1,16 mg/g) dengan larutan yang masing-masing mengandung logam berat sebesar 3 ppm. Logam berat yang terserap oleh eceng gondok ini lebih banyak terkumpul di akar daripada bagian lainnya.

Pengolah Limbah Domestik
Eceng gondok terbukti mampu menyerap zat kimia baik yang berasal dari limbah industri maupun rumah tangga (domestik). Karena kemampuannya itu, eceng gondok dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah tersebut (industri dan rumah tangga) secara biologi. Untuk pengolahan limbah domestik dilakukan penggantian tanaman sebaiknya sebulan sekali dan dilakukan secara berulang agar eceng gondok mampu mengurangi kandungan zat pencemar diperairan dan dapat mengembalikan kualitas air.

* disadur dari berbagai sumber.

04 November 2012

HASIL KEGIATAN KAJI TINDAK KACANG TANAH (OT dan TOT)

 Papan Nama Kegiatan Kaji Tindak Kacang Tanah

Perlakuan dengan OLAH TANAH

Pemilik Lahan : M. Rais
Luas Lahan : 0,33 Are

 Kacang Tanah Usia Kurang Lebih 20 HST


Penentuan Petak Ubinan


Penghitungan Rumpun dan Polong


HASIL PANEN
  • Bibit yang digunakan dalam perlakuan Olah Tanah adalah Kelinci
  • Jarak Tanam : 35 x 15 cm
  • Jumlah rumpun 136, polong 20
  • Ubinan : 4,7 kg = 7,52 Ton/Ha (kabas)
Sistem pengolahan tanah yang digunakan adalah sistem pengolahan tanah pada tanaman padi (dibajak dan digaru).
Pengolahan dengan sistem ini memberikan tingkat struktur tanah menjadi padat dansulit ditembus oleh ginofor (cikal bakal polong) sehingga pengolahan tanah sitem ini khususnya di Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah TIDAK DIANJURKAN