29 June 2013

FERMENTASI URINE SAPI


Dalam dunia pertanian ternyata urine sapi (air kencing sapi) sangat bermanfaat sekali bagi petani karena urine sapi mengandung berbagai unsur hara sehingga dapat digunakan sebagai pupuk cair. Sebelum digunakan sebagai pupuk pertanian urine sapi ini sebaiknya di fermentasi terlebih dahulu.Salah satu cara memfermentasi urine sapi salah tersebut adalah:

Bahan:
  • Urine sapi 20 liter
  • Gula merah 1 kg atau tetes tebu 1 liter
  • Segala jenis empon-empon (Lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, brotowali) masing-masing ½ kg
  • Air rendaman kedelai 1 gelas atau Urea 1 sendok makan
  • Lebih bagus jika dicampur dengan bakteri dekomposer (EM4, Simba, Mbio dll)
  • Air 4 liter

Cara Pembuatan:
-          Empon-empon ditumbuk dan direbus sampai mendidih
-          Setelah dingin campur dengan semua bahan yang lain
-          Ditutup rapat dalam jerigen dan didiamkan selama 3 minggu
-          Setiap hari sekali tutup dibuka untuk membuang gas yang dihasilkan

Cara Penggunaan:
-          Gunakan urine tersebut dengan kadar 10% (1 urine:10 air)
-          Untuk seedtreatmen benih/biji direndam selama semalam
-          Untuk bibit perendaman selama maksimal 10 menit
-          Untuk pupuk cair yang diaplikasi lewat daun gunakan 1 liter urine per tangki

Manfaat:
-          Zat perangsang pertumbuhan akar tanaman pada benih/bibit
-          Sebagai Pupuk daun organik
-          Dengan dicampur pestisida organik bisa membuka daun yang keriting akibat serangan thrip.

ZAT PENGATUR TUMBUH


MACAM-MACAM ZPT (ZAT PENGATUR TUMBUH) ORGANIK

1.      Zat Perangsang Bunga
Bahan        :
·         Tubis/rebung               : 5 kg
·         Gula putih/pasir         : 1 kg

Cara :
·         Tubis diambil dari lapangan  sebelum matahari terbit, kemudian dicincang halus, ditempatkan dalam wadah tanah liat/plastik.
·          Dari atas taburi dengan 1 kg gula pasir. Kemudian tekan dengan papan (menggunakanbatu).Biarkanselama 1 minggu
·         Selanjutnya air disaring dan siap untuk digunakan dengan dosis 15 s/d 20 cc/sdm tiap 15 l air ( 1tangki).


2.      Zat Perangsang Akar atau Tunas
Bahan       :
  •  Bawang merah
Bawang merah diparut atau diblender lalu peras. Ambil cairan dari bawang merah yang telah dihaluskan tersebut. Siap digunakan dengan cara dioles pada tempat tumbuh akar atau pada titik tumbuh tanaman.

PGPR (Plant Grow Promoting Rizobacteria) Rhizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman

Membuat PGPR (Plant Grow Promoting Rhizobacteria)


PGPR merupakan bakteri yang hidup di daerah sekitar perakaran tanaman dan berkoloni menyelimuti akar tanaman. Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga. Selain itu PGPR juga meningkatkan ketersediaan nutrisi lain seperti phospat, belerang, besi dan tembaga. PGPR juga bisa memproduksi hormon tanaman, menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan serta mengontrol hama dan penyakit tumbuhan. Adapun cara pembuatan PGPR adalah:

ALAT DAN BAHAN:
  1. 100 gr akar bambu, akar putri malu, akar jagung, akar rumput teki atau tauge
  2. 400 gr gula pasir
  3. 200 gr terasi
  4. 1 kg dedak halus
  5. 10 lt air
  6. Penyedap rasa secukupnya ( Pemicu hormone Giberelin )
  7. Injet (air kapur ) 1 sendok teh
CARA MEMBUAT:
  • Rendam bahan no. 1 dalam air matang dingin 2-4 hari (Biang PGPR)
Perendaman Akar dengan Air Matang 2 - 4 hari
  • Rebus bahan 2 s/d 7 dengan air sampai memdidih selama 20 menit
  • Setelah dingin, campurkan semua bahan + biang PGPR ke dalam jerigen dan tutup rapat
  • Buka dan kocok-kocok sehari sekali
  • Setelah 15 hari PGPR siap digunakan

24 June 2013

Temu Teknologi Antara Penyuluh Perikanan dengan Peneliti Bidang Perikanan di Kabupaten Lombok Tengah

Sambuatan dari Kepala BKP3 Kab. Lombok Tengah

Pertemuan tekonologi di bidang perikanan dilaksanakan di Aula BKP3 Kabupaten Lombok Tengah pada hari Kamis, 20 Juni 2013 pukul 09.00 wita sampai selesai yang dihadiri oleh Kepala BKP3 Kab. Lombok Tengah, Kabid Sarana dan Prasaran, Kabid SDM dan Korse Perikanan Kab. Lombok Tengah dan Penyuluh Perikanan Se Kabupaten Lombok Tengah.
Temu teknologi ini di fasilitasi oleh Bidang SDM yang ada di BKP3 Kab. Lombok Tengah dan dimaksudkan agar Penyuluh bisa menambah pengetahuan tentang tata cara budidaya rumput laut yang baik sehingga bisa diterapkan kepada kelompok budidaya ikan khususnya di perairan laut.
Peserta Temu Teknologi

Kepala BKP3 Kab. Lombok Tengah (L. Iskandar, SP., MM) memberi sambutan salah satunya mengenai target kinerja dari Penyuluh untuk menaikkan kelas kemampuan kelompok perikanan, diupayaka untuk tahun 2014 agar penyuluh perikanan ada kegiatan perikanan, karena selama ini kegiatan perikanan sangat kurang.



Narasumber dari BBL Lombok (Gerupuk)

Peserta Temu Teknologi

Narasumber dari BBL Lombok (Gerupuk)

Lokakarya Perencanaan Apresiasi Peningkatan Kapasitas Penyuluh di BPP Kecamatan Batukliang

Narasumber
Lokakarya ini dilaksanakan di Aula BPP Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah pada hari Senin, 24 Juni 2013 pukul 09.00 wita sampai selesai.
Kegiatan ini di hadiri oleh petani dan penyuluh yang ada di Kecamatan Batukliang, dengan narasumber dari Kabupaten Lombok Tengah (Koordinator Jabatan Fungsional/Ir. Jauzi) dan dari Petani yang dianggap berhasil dalam melaksanakan budidaya tanaman cabai/Zaenal Abidin), sehingga petani dan penyuluh yang ada bisa saling bertukar pikiran dengan pengalamannya dalam budidaya cabai, seperti masalah organisme penyakit tanaman, penggunaan pupuk yang tepat, cara pengolahan tanah yang baik, penggunaan pestisida yang terkontrol agar tidak meninggalkan residu pada buah yang dipanen, cara pemasaran dll.
Peserta Loka Karya