30 April 2014

Kegiatan Penyuluh di Desa Selebung Kec. Batukliang

Lokasi ubinan ini dilaksanakan di Desa Selebung Kecamatan
Pengukuran luas ubinan (2,5 m x 2,5 m)
Batukliang Kabupaten Lombok Tengah yang bertempat di salah satu anggota Kelompok Tani Pade Seneng (H. Jumsah) dengan luas areal 0,50 Ha.
Varietas yang ditanam adalah INPARI SIDENOK dengan metode tanam jajar legowo 5 : 1.
Ubinan ini dilakukan oleh Penyuluh THL TBPP (Jumaidin) yang dibantu oleh pemilik lahan sendiri.
Setelah dilakukan pengubinan dengan luas 6,25 meter persegi didapatkan hasil sebesar 5 Kg.
Jumlah rumpun 110 buah, dengan panjang malai rata - rata 26 cm.
Bila dikonversi per hektar didapatkan hasil 8.000 kg (5 kg x 1600) dan dikurangi dengan losis 12% akan didapatkan hasil sebesar 7.040 Kg (8.000 kg x 12 %).
Pemotongan setelah diukur
Namun ini perhitungan dengan menggunakan ubinan, akan berbeda dengan hasil nyata setelah di panen dan dilakukan penimbangan seluruhnya.
Perampekan
Belum dipanen seluruhnya sudah ada nego harga

Lahan setelah disiangi legowo 5 : 1


09 April 2014

Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Lombok Tengah


Rapat koordinasi ini dilaksanakan di Praya, 26 Maret 2014 di Aula BKP3 Kabupaten Lombok Tengah pukul 09.00 wita sampai selesai.Pertemuan ini di hadiri oleh Kepala BPTP Prov. NTB, Kepala Sekretariat Bakorluh Prov NTB, Kepala BKP3 Kab. Lombok Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Perwakilan dari Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, perwakilan dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Lombok Tengah.
Dalam rapat ini Kepala BKP3 Kab. Lombok Tengah mengungkapkan permasalahan antara lain sarpras penyuluh yang masih sangat rendah, diklat penyuluh yang kurang memadai, untuk itu diharapkan agar sarpras penyuluh dan diklat penyuluh agar ditingkatkan lagi.
sedangkan Kepala Sekretariat Bakorluh Prov. NTB mengungkapkan hal yang perlu mendapatkan perhatian diantaranya adalah syarat pencairan BOP, RKTP, evaluasi kinerja, laporan dan rekomendasi,penanggungjawab kegiatan di kabupaten agar melakukan pembinaan secara berjenjang sampai desa, pelaksanaan SLPTT, demfarm, demplot harus menerapkan teknologi rekomendasi BPTP, data penyuluh harus selalu di update melalui SIMLUH (kebutuhan latihan, maupun mutasi penyuluh). 
Selain itu DAK untuk Penyuluh harus dimanfaatkan untuk sarpras penyuluh, karena masih Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Lombok Tengah yang sudah memberikan DAK nya kepada Penyuluh, untuk Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Kehutanan dan Perkebunan DAK yang diberikan masih sangat minim.

Semoga dengan adanya Rapat Koordinasi ini ada tindak lanjut dari Dinas yang masih memegang DAK penyuluh. AMIN

KOORDINASI sepenggal kata yang mudah sekali diucapkan namun SULIT sekali dilaksanakan karena terbentur dengan KEBIJAKAN