11 November 2015

Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Penyuluh Perikanan di UPT BKP3 Kec. Batukliang

Bimtek ini dimulai pada hari Selasa - Kamis (10 - 12 November 2015) dan bertempat di Aula UPT BKP3 Kec. Batukliang dari pukul 09.00 wita sampai selesai.
Bimtek ini dihadiri oleh semua Penyuluh Pertanian yang ada di Kec. Batukliang guna untuk meningkatkan kemampuan penyuluh pertanian yang selanjutnya diteruskan kepada petani. Tujuan dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuan penyuluh pertanian.
Narasumber dari kegiatan ini berasal dari BPTP NTB (L. Jaswadi), Bakorluh NTB (Ir. Anwar Sanusi) dan koordinator jabatan fungsional Kab. Lombok Tengah (Ir. Jauzi).
Semoga dengan kegiatan ini penyuluh lebih profesional dalam menjalankan tugasnya.~Salam Penyuluh~

30 September 2015

Kursus Tani Kegiatan POSKO di UPT BKP3 Kec. Batukliang

Mahli, SP
merupakan kegiatan yang tengah dilakukan oleh UPT BKP3 Kec. Batukliang selaku mitra Petani dalam hal menambah pengetahuan dan merubah sikap dan ketrampilan Petani agar lebih baik. Salah satunya adalah dengan kursus tani ini, Penyuluh berbagi informasi kepada Petani mengenai hal yang berkaitan dengan kegiatan Petani dalam bercocok tanam sehingga kemampuan Petani dalam menerapkan teknologi khususnya padi, jagung, kedelai meningkat dengan mengikuti rekomendasi dari Penyuluh setempat.

Riza Umami, SP., M.Si
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula UPT BKP3 Kec. Batukliang Kab. Lombok Tengah pada hari Rabu, 30 September 2015 yang dimulai pukul 09.00 - selesai, dihadiri oleh Petani di Lingkup Kec. Batukliang.
Peserta kursus tani
Materi yang disampaikan dalam kursus tani ini antara lain SRI yang disampaikan oleh Penyuluh THLTBPP (Mahli, SP.) dan Organisme Pengganggu Tanaman yang disampaikan oleh Penyuluh THM TBPP (Riza Umami, SP., M.Si). Semoga dengan kursus tani ini memberikan manfaat kepada Petani dan kita semua. ~SALAM PENYULUH~

29 September 2015

Sosialisasi Penyusunan Perda Tentang Lahan Pertanian Berkelanjutan Kab. Lombok Tengah

Sosialisasi Perda ini bertujuan untuk mengatur penggunaan lahan produktiv yang ada di Kabupaten Lombok Tengah agar tidak beralih fungsi menjadi bangunan dll. Oleh karena itu Pemerintah Daerah akan mendata ulang lahan baku sawah yang ada dan lahan sawah yang sudah beralih fungsi dari pertanian. Dengan dibuatnya Perda ini Pemerintah Daerah ikut menjaga produksi tanaman pangan agar tidak berkurang seiring dengan banyaknya lahan sawah yang berubah menjadi bangunan.
Pertemuan ini dilaksanakan di Aula UPT BKP3 Kecamatan Batukliang pada hari Selasa, 29 September 2015 pukul 09.00 - 12.30 wita, yang dihadiri oleh tim teknis penyusun Perda dari Kabupaten Lombok Tengah, Kepala BKP3 Kab. Lombok Tengah atau yang mewakili, Kepala UPT Dinas Hapentan Keswan Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara, Penyuluh Kecamatan Batukliang dan Batukliang Utara.~SALAM PENYULUH~

22 September 2015

Gliocladium sp., sang Agen Pengendali Hayati

Dalam dunia pertanian sering dikenal dengan OPT (organisme pengganggu tanaman) yang merupakan masalah utama dalam pertanian. Salah satunya adalah penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh jamur fusarium yang banyak menyerang tanaman cabai dan tomat sehingga mengakibatkan daun menguning dan kelayuan permanen pada tanaman.
Contoh agen hayati
Untuk mencegah penyakit tersebut bisa menggunakan mikroba antagonis yang dapat menekan, menghambat atau memusnahkan mikroba lainnya. Mikroba yang digunakan sebagai mikroba antagonis adalah Trichoderma dan Gliocladium sp. Pengendali hayati ini bekerja dengan mengendalikan hama, penyakit dan gulma secara biologi seperti predator, parasit dan patogen.

Taksonomi...

Kingdoom : fungi
Divisi : Amastigomycota
Class : Deuteromycitina
Ordo : Hypocreales
Famili : Hypocreaceae
Genus : Gliocladium
Spesies : Gliocladium sp.

Morfologi...
  • Konidiofor Gliocladium sp. Berwarna hialin
  • Bagian atas membentuk cabang yang kompak
  • Bentuk konidia Gliocladium sp kecil, tidak simetris dan berwarna hijau cerah
  • Tumbuh baik pada suhu 20 -  35 oC, suhu optimum untuk pertumbuhan adalah 25 oC
  • pH optimum 6,4 – 8
  • sangat toleran terhadap CO2
  • bersifat mikriparasit terhadap jamur patogen (tular tanah) yang membunuh jamur dengan enzim atau bersifat racun
  • cara kerja jamur ini adalah dengan memarasit, memproduksi antibiotik dan secara aktif membunuh atau melawan patogen penyakit.
  • Antibiotik yang dihasilkan adalah gliotoksin dan viridin. Gliotoksin dapat menghambat bakteri dan cendawan sedangkan viridin dapat menghambat cendawan.

Produk beredar ...

Adalah GLIO, Glio R dll yang memarasit, melawan, membunuh patogen penyakit diantaranya :
Busuk hitam, rebah kecambah, layu fusarium, Pythium sp., Rhyzoctonia sp., Sclerotium sp., antraknosa, bercak daun dan embun tepung pada tanaman semangka, ketimun, melon, cabai, tomat, kentang, kubis dll.

Jadi dalam pengendalian OPT atau mencegah disarankan dengan pengendalian hayati menggunakan agen biologi yang lebih dikenal dengan APH (Agen Pengendali Hayati) yang dapat berupa bakteri, jamur, virus. Salah satu contoh APH dari golongan jamur adalah Gliocladium sp., dengan cara kerja memarasit, memproduksi antibiotik dan secara aktif melawan dan membunuh patogen.

Sumber : www.slideshare.net/mobile/nugrohotrihartanto/cendawan-gliocladium-sp










15 September 2015

Laporan Evaluasi Pelaksanaan GPPTT Padi MK. I Tahun 2015 Kec. Batukliang

No
Desa
Nama Kelompok
Luas (Ha)
Realisasi Panen (Ha)
Provitas (Kw/Ha)
Produksi (Ton)
Provitas Sebelum (Kw/Ha)
Peningkatan Provitas Thd Provitas Sblm (Kw/Ha)
Persentase (%)
1
Mantang
Tunas Sari
25
25
62,00
155,00
58,95
3,05
5,17
2
Barabali
Mulai Sadar I
16
16
62,48
99,97
60,00
2,48
4,13


Wirakarya
10
10
62,50
62,50
60,00
2,50
4,17
3
Beber
Utama
25
25
65,50
163,75
61,32
4,18
6,82


Sederhana
25
25
64,15
160,38
60,25
3,90
6,47


Sepakat
25
25
65,25
163,13
61,75
3,50
5,67


Beriuk Girang
25
25
64,70
161,75
61,10
3,60
5,89
4
Aik Darek
Tunas Muda
24
24
61,75
148,20
59,00
2,75
4,66


Unggul Jaya
28
28
63,15
164,40
59,90
3,25
5,43


Nurul Jihad
26
26
63,25
176,80
59,80
3,45
5,77
5
Selebung
Ingin Maju
17
17
62,00
105,40
58,10
3,90
6,71


Banyu Benoa
25
25
64,10
160,25
59,25
4,85
8,19


Pade Angen
10
10
63,15
63,15
59,20
3,95
6,67


Pade Girang
10
10
63,00
63,00
59,15
3,85
6,51


Pade Seneng
24
24
63,00
63,00
59,20
3,80
6,42


Bareng Bareng
16
16
61,10
97,76
58,10
3,00
5,16


Bahagia
14
14
62,20
87,08
58,20
4,00
6,87
6
Tampak Siring
Pade Pacu
20
20
83,00
166,00
69,00
14,00
20,29


Pade Seger I
14
14
79,00
110,60
71,00
8,00
11,27


Beriuk Girang
12
12
85,00
85,00
72,00
13,00
18,06


Ingin Maju*
22
22
41,00
82,00
69,00
-28,00
-40,58


Pade Angen*
17
17
40,00
56,00
67,50
-27,50
-40,74
7
Bujak
Tunas Urip
30
30
61,99
185,97
58,00
3,99
6,88


Tekad Makmur
17
17
81,60
138,72
78,50
3,10
3,95


Saling Ponjok
25
25
69,60
174,00
66,00
3,60
5,45
8
Mekar Bersatu
Beriuk Tinjal
10
10
41,00
41,00
34,00
7,00
20,59


Sejati
13
13
41,00
53,30
38,00
3,00
7,89
9
Peresak
Tahan Uji
25
25
61,92
154,80
56,65
5,27
9,30
Total
550
550

Untuk Desa Tampak Siring terjadi penurunan hasil karena kekeringan dan puso seluas 7 Ha