27 April 2015

Kaji Tindak Budidaya Padi Sistim SALIBU di Kec. Batukliang Kab. Lombok Tengah



Budidaya padi sistim SALIBU telah dipraktikkan oleh petani di Nagari Tanjung Kecamatan Sungayang Tanah Datar Sumatra Barat dan terbukti dapat meningkatkan panen. Oleh karena itu di UPT BKP3 Kec. Batukliang yang bekerjasama dengan Kelompok Tani Mesang Pedaqik yang dibantu oleh segenap Penyuluh Pertanian yang ada di UPT BKP3 Kec. Batukliang melakukuan percontohan budidaya padi sistim SALIBU.
Padi Salibu merupakan tanaman padi yang tumbuh lagi setelah batang sisa panen dipangkas, tunas akan muncul dari buku yang ada dalam tanah, tunas ini akan mengeluarkan akar baru sehingga suplay hara tidak tergantung batang lama.
Kelompok Tani Mesang Pedaqik
Kegiatan ini dilakukan di Kelompok Tani Mesang Pedaqik Kec. Batukliang Lombok Tengah dengan varietas padi yang digunakan adalah INPARI 30, pemotongan batang dilakukan pada tanggal 08 April 2015.

Pemotongan batang padi
Perendaman setelah dipotong (09042015)
Padi umur 5 hari setelah perendaman (14042015)
Padi umur 11 hari setelah perendaman (20042015)

Peran Serta Penyuluh UPT BKP3 Kec. Batukliang dalam Kaji Tindak Budidaya Padi Sistim SALIBU.



Pemotongan Sisa Panen sesuai ukuran








Pengawasan OPT oleh Penyuluh desa setempat (040515)
Pengamatan OPT (040515)

Padi mulai berbuah (040515)
Legowo 4 : 1 (040515)
dari pengamatan penyuluh, didapatkan serangan kresek, tungro dan padi sudah mulai berisi bahkan sudah keluar bulir padinya. Kesimpulan sementara ini disebabkan karena keterlambatan dalam pengairan sehingga padi lebih cepat berisi atau menuju fase generatif lebih cepat, selain itu kondisi tanah yang dipakai saat demplot ini bersifat tidak bisa menahan air (air cepat kering), ini dibandingkan dengan keadaan padi ditempat lainnya yang tanahnya lembab, tidak bisa kering namun belum mengeluarkan bulir padi.

kegiatan ini masih berlanjut sampai sekarang dan akan diperbarui informasi pertumbuhan padi Salibu tersebut. Dari hasil tanam padi sistim salibu, diperoleh ubinan sebesar 5,8 kg dengan tinggi pemotongan jerami 5 cm.
Untuk laporan lebih lengkap bisa disedot DISINI. ~SALAM PENYULUH~













Workshop UPSUS di Aula UPT BKP3 Kecamatan Batukliang Kab. Lombok Tengah



Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 09 Maret 2015 yang bertempat di Aula UPT BKP3 Kec. Batukliang Kab. Lombok Tengah yang di hadiri oleh DANRAMIL Kec. Batukliang, Kepala UPT Hapentan dan Keswan, Perwakilan dari Dinas Pertanian Kab. Lombok Tengah, seluruh BABINSA yang ada di Kec. Batukliang dan Kelompok penerima program UPSUS.
DANRAMIL sedang memberikan arahan
Dalam pertemuan ini membahas Rencana Anggaran Biaya kelompok penerima program upsus, dan menjelaskan fungsi TNI/BABINSA dalam kegiatan UPSUS ini, diharapkan program UPSUS berjalan lancar dengan adanya BABINSA yang membantu tugas Penyuluh Pertanian dalam pengawasan di tingkat kecamatan maupun desa untuk target swasembada pangan.







Peserta pertemuan
BABINSA Kec. Batukliang

Semangatnya DANRAMIL dalam menyukseskan program UPSUS




Pelatihan Grading dan Pengepakan Sayur Angkatan II

Bq. Sri Ramayanti, S.ST sebagai Pemateri dari UPT
Pelatihan ini dilaksanakan oleh BKP3 Kabupaten Lombok Tengah yang bertempat di Aula Pertemuan UPT BKP3 Kec. Batukliang yang dilaksanakan pada Hari Selasa 6 Januari 2015 pukul 09.00 wita sampai dengan selesai. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan Pelaku Utama maupun Pelaku Usaha dapat menambah pengetahuan, sikap, ketrampilan dalam memilih maupun mengemas hasil hortikultura sesuai kebutuhan pasar, karena umumnya Pelaku Utama dan Pelaku Usaha jarang melakukan pengemasan/pengepakan sehingga kondisi sayur dari petani ke konsumen kurang menarik. Kecuali konsumen langsung membeli sayur ke petani (Budi Prasetio).
Pelaku Utama dan Usaha yang mengikuti pelatihan


Jadwal pelatihan grading