07 March 2016

Demplot Penyuluh Pertanian Swadaya di Desa Selebung Kec. Batukliang

Penugalan
Demplot bagi Penyuluh Swadaya merupakan kegiatan pengawalan dan pendampingan Penyuluh PNS maupun THL TBPP di lokasi UPSUS PAJALE. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap Penyuluh yang ada khususnya di Desa Selebung dalam mendampingi kelompok tani untuk bersama mensukseskan program pemerintah untuk swasembada.
Perbedaan kontrol dan perlakuan
Pada kegiatan ini, ada tiga komoditas unggulan yang menjadi bahan pembelajaran yang dilaksanakan di lahan Penyuluh Swadaya yaitu padi, jagung dan kedelai. Setelah kami melakukan identifikasi lapangan, maka kami menentukan untuk mengambil komoditas jagung karena untuk jagung desa Selebung sangat potensial serta petani masih belum melakukan teknologi pemupukan sesuai anjuran.
Kegiatan ini dilaksanakan di lahan Penyuluh Swadaya (Aminuddin) Desa Selebung Kec. Batukliang dengan luas areal 0,50 Ha yang dibagi menjadi petak demplot dan petak kontrol. Gambaran sederhana dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Petak Kontrol

  • jenis varietas : Bisi 2
  • Tgl Tanam : 31 Agustus 2015
  • jarak tanam : 75 x 20 cm (1 biji per lubang)
  • tanpa pemupukan awal
  • dikocor dengan larutan urea 0,5 kg per tangki 14 liter (pemupukan I)
  • dikocor lagi dengan larutan urea 0,5 kg per tangki 14 liter (pemupukan II)
  • produksi sekitar 160 kg basah; 50 kg pipil kering
  • profitas sekitar 8 ton per hektar gelondong basah

2. Petak Perlakuan

  • varietas : Bisi 18
  • tanggal tanam : 31 Agustus 2015
  • jarak tanam : 75 x 20 cm (1 biji per lubang)
  • pemupukan I : bersamaan dengan penanaman dengan dosis NPK 1 sdt per lubang dengan jarak kurang lebih 5 cm dari lubang tanam
  • pupuk susulan I : umur 15 Hst dengan urea 1 sdm per lubang dengan jarak 10 cm dari pangkal batang
  • pupuk susulan II : umur 30 Hst dosis dan jenis pupuk yang digunakan sama dengan pupuk susulan I
  • produksi sekitar 1.500 kg gelondong basah; 500 kg pipil kering
  • profitas sekitar 9 ton per hektar gelondong basah
dari percobaan diatas menunjukkan bahwa cara pemupukan dan jenis pupuk yang digunakan sangat berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh dengan perbedaan 1 ton per hektar.
Petani masih sering menggunakan cara pemupukan seperti kontrol padahal bila dilihat hasilnya cukup signifikan. Oleh karena itu, dengan adanya percontohan ini petani bisa merubah cara pemupukan jagung (sikap) yang sesuai anjuran Penyuluh agar bisa mendapatkan hasil yang optimal dan Penyuluh siap membimbing petani karena Penyuluh adalah teman bagi Petani, bukan antara guru dan murid.
Agar lebih jelas bisa datang ke UPT BKP3 Kec. Batukliang kita siap membantu.
~ SALAM PENYULUH~


















No comments:

Post a Comment